Berbeda Agama Tapi Saling Melengkapi

Berbeda Agama Tapi Saling Melengkapi


Sebentar lagi Natal telah tiba, hari suka cita  telah di tunggu-tunggu oleh orang yang saya cintai juga sayang yaitu suami dan dua anak-anak saya Stand dan Finn.

Kami memang keluarga yang sedikit berbeda dari kebanyakan keluarga di luar sana, karena perbedaan keyakinan antara saya dan suami, sedangkan anak saya yang kedua, Ryan mengikuti keyakinan saya yaitu muslim.

Berbeda Agama Tapi Saling Melengkapi


Pada awal mempunyai anak memang terasa berat buat kami berdua karena kami harus menentukan keyakinan anak kami, walaupun kami berdua berkomitmen jika mereka sudah cukup umur dengan pengetahuan dan bekal yang cukup dapat menentukan keyakinan sesuai kata hati mereka sendiri.

Tetapi basic agama sedari kecil sudah harus ditanamkan agar mereka mengenal nilai-nilai spiritual, yang pada akhirnya kami memutuskan untuk menentukan keyakinan mereka.

Memang ini sudah menjadi konsekuensi bagi kami berdua yang menjalani pernikahan beda agama.

Berbeda Agama Tapi Saling Melengkapi


Seiring berjalannya waktu, terasa lebih berat dan penuh tantangan, apa lagi  setelah anak-anak memasukin dunia pendidikan.

Kami berdua harus bisa mempersiapkan mental anak-anak kami, karena di luar sana masih banyak orang-orang yang masih belum bisa menerima bahkan mencibir.

Dampak sosial dan diskriminasi kerap di dapat oleh anak-anak kami, bukan hanya dari orang lain saja terkadang dari keluarga besar juga suka membanding-bandingkan.

Sedari kecil kami berdua memberi pengertian kepada anak-anak kami, bahwa pada dasarnya semua agama mengajarkan kebaikan dan kasih sayang.

Jika hari raya tiba, kami memberi contoh arti toleransi dan menghormati dengan ikut merayakan walaupun memang  ada batasan mana proses yang boleh di ikuti dan mana yang tidak boleh di ikuti.

Berbeda Agama Tapi Saling Melengkapi


Di besarkan dari orang tua yang berbeda agama, membuat anak-anak kami selalu menghargai nilai-nilai dan arti toleransi, menghargai orang lain dan perbedaan.

Mereka tumbuh menjadi pribadi yang sangat peka dan menghargai norma-norma yang berlaku dilingkungannya.

Kami bangga memiliki mereka, anak-anak yang tangguh dalam menjalani tantangan hidup dari kecil.

Terlepas dari itu semua, kami sekeluarga bahagia, karena Tuhan menciptakan perbedaan untuk kami saling melengkapi.

Salam hangat penuh cinta & kebahagiaan
♥️ Rizkha Andhini ♥️














Komentar

  1. Semoga terus rukun ya Mba Rizkha walau beda Agama. Salut dengan prinsip didikannya pada anak-anak.
    Mba anaknya cowok semua ya?

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

MEROKOK SALAH SATU PENGHAMBAT PENYAKIT PARKINSON ? YUK KITA LEBIH MENGENAL PARKINSON

PELUANG MENCARI PENGHASILAN SEBAGAI CONTENT CREATOR HANDAL BERSAMA REVU

MENGUJI ARDENALIN WAHANA BARU MOLA-MOLA JET SPINNER DI OCEAN DREAM SAMUDRA ANCOL